The Biggest "Sport for All" Event

Demonstrasi Capoeira dari 8 anggota Bantus Capoira Jakarta menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung yang hadir di arena Festival Olahraga Rekreasi Nasional di Parkir Timur Senayan, pada Sabtu siang. Para penonton nampak sangat antusias menyaksikan demonstrasi capoeira.

Capoiera , seni beladiri asal Brasil ini memang khas, yang diiringi musik khas Brasil. Gerakannya pun menawan, seperti Ginga atau kuda-kuda, armada atau tendangan berputar serta Au, atau Koprol dengan menggunakan satu tangan. Gerakan-gerakan basic inilah yang sulit dilakukan, tanpa
latihan rutin.  Maraknya Capoiera di Indonesia hendaknya bisa menjadi perhatian tersendiri agar dibentuk Induk Olahraga Capoira, “Saya pikir perlu untuk menambah ajang prestasi bagi remaja dan pemuda yang banyak menekuni Capoiera, sehingga sifatnya bukan hanya Ekshibisi ” ujar Philip, Anggota Bantus Capoiera.

Hal yang sama juga disampaikan Aska, 11 tahun yang mengenal Capoiera
dari ekshibisi di sekolah. “lebih keren karena penampilan bela diri yang diwarnai atraksi” ujarnya.  Mungkin sudah saatnya di gencarkan pembinaan olahraga unik ini dari tingkat sekolah dasar, melalui ekstrakulikuler  di sekolah .(Ery)

Sekitar 16 Club Basket dibawah usia 21 tahun dari Jakarta, Banten dan Bandung Jawa Barat serta 20 Club Basket diatas usia 21 Tahun meramaikan lomba 3 on 3 Street Basket Ball yang dimulai hari ini di Arena Festival Olahraga Rekreasi Nasional. Sistem kualifikasi menggunakan sistem gugur untuk menentukan siapa Finalis yang akan bertanding besok.  Dalam street 3 on 3 basket ball ini juga akan digelar berbagai kompetisi Individu, seperti Individual Free Style Challenge dan Dunk Challenge Competion.

3 On 3 Street Ball Full Court ini menjadi perhatian tersendiri bagi para pengunjung FORNAS 2011, karena para peserta melihatkan berbagai Tehnik Basket Ball dengan memadukan kekompakan Tim.

(Ery)

“mari bersama tera untuk menjaga jasmani kita,….. “

Inilah sebagian bait Mars Senam Tera Indonesia yang selalu di nyanyikan oleh para peserta saat sebelum melakukan senam, Mars ini  menambah semangat bagi peserta yang akan melakukan Senam Tera.

Sejak pukul 6 pagi, para peserta lomba Senam Tera Indonesia sudah memenuhi arena Parkir Timur Senayan, dimana senam ini dilombakan pada hari ketiga pelaksanaan FORNAS 2011. Para peserta dengan antusiasnya melakukan latihan sebelum mengikuti lomba. Mereka tidak henti-hentinya mengulangi gerakan  untuk menghasilkan hasil yang maksimal dalam perlombaan nantinya.

Menurut ketua panitia lomba senam Tera, ibu Sukarno, perlombaan ini baru kali pertamanya diperlombakan dalam skala nasional, kedepan “

kami akan melelakukan penilaian yang lebih baik dari saat ini” jelasnya.

Sebanyak 98 regu  ikut serta dalam perlombaan ini, kesemuanya berasal dari perwakilan daerah yang ada di Indonesia, untuk memperebutkan  9 posisi juara ,yakni  juara utama 1, 2 dan 3, juara Favorit 1,2 dan 3 dan Juara Harapan 1,2 dan 3.

Senam Tera sebenarnya memiliki kemiripan dengan senam Tai chi, yang membedakan adalah beberapa gerakan dan seni pernafasannya. Senam Tera yang berasal asli dari Indonesia sejak berdiri pada tahun 1987 sudah banyak diminati, meskipun tidak terbatas usia anggota senam Tera Indonesia umumnya adalah mereka yang sudah berusia 40 tahun keatas.

Disela perlombaan senam, ibu Sukarno menjelaskan, kata Tera sendiri dari kata terapi yang berarti olah raga yang berfungsi sebagai terapi. tujuan dari senam tera adalah untuk kebugaran. Senam Tera mempunyai banyak manfaat, salah satunya dari setiap gerakannya yakni, gerakan peregangan yang bertujuan untuk meregangkan otot sebelum melakukan gerakan senam, gerakan persendian yakni menggerakan seluruh persendian yang mempunyai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Sedangkan yang terakhir adalah gerakan pernafasan yang mengadaptasi dari senam Tai Chi oleh karena itu gerakan/jurus Senam Tera Indonesia lembut dan rileks. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila senam tera dapat diikuti oleh semua lapisan baik anak-anak, dewasa dan orang tua. Prinsip-prinsip gerakan yang mendasari Senam Tera Indonesia adalah : Gerak Ringan dan Lentur, Gerak lambat, Gerak Melingkar, Gerak Yang Ajek dan gerak Tidak terputus. (Boyke)

Ayo Terawan dan Terawati bersemangat, teriaknya saat peserta lomba pertama memasuki arena lomba.

Terawan dan Terawati adalah sebutan buat anggota Senam Tera. Dalam perlombaan ini ada pesan yang ditekankan untuk semua peserta, yaitu Semangat, Sportif dan tetap bersemangat, tutupnya.

Tiga puluh tim dari berbagai klub kebugaran di Indonesia meramaikan ajang kompetisi Senam Jantung Sehat FORNAS 2011. Para peserta berasal dari berbagai propinsi, tidak hanya dari Pulau Jawa namun juga dari Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jambi dan Sulawesi Selatan.

Materi yang dilombakan adalah Senam Jantung Sehat Seri 5 yang merupakan senam kesehatan jantung tingkat advanced. Senam ini berdurasi 15 menit dengan aneka gerakan dan formasi tingkat lanjut. Gerakan-gerakannya dinamis dengan iringan berbagai jenis musik berirama cepat dan energik seperti cacha, rock and roll hingga dangdut. Menurut dewan juri, kriteria penilaian didasarkan pada penguasaan teknik, keseragaman gerak, formasi dan penampilan peserta.

Para penonton pun tampak antusias menyaksikan penampilan para peserta, bahkan ada beberapa diantaranya yang turut mengikuti dari pinggir arena. Tak heran, sebab semarak musik pengiring Senam Jantung Sehat ini memang sungguh mengundang kita untuk bergoyang. Satu.. dua… satu.. dua… (Ami)

Memasuki hari ketiga, penyelenggaraan FORNAS 2011 semakin semarak. Ini ditandai dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti berbagai event yang diperlombakan dalam festival olahraga rekreasi pertama di Indonesia ini. Salah satunya adalah lomba Senam Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) yang diikuti oleh 43 grup peserta, yang berasal dari berbagai propinsi diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Para peserta yang kebanyakan kaum ibu, mayoritas berusia di atas 40 tahun, telah memadati kawasan Parkir Timur Senayan sejak pukul 7 pagi. Meski tak lagi muda usia, toh mereka tampak energik dan bersemangat. Sebagian peserta mengakui kegemaran mereka melakukan olahraga senam pernapasan ini membuat tubuh mereka bugar dan tidak mudah lelah. Bahkan ada yang mengaku sembuh dari penyakitnya setelah rutin melakukan olahraga Senam Pernapasan.

Senam PORPI atau yang lebih dikenal dengan senam Taichi menjadi salah satu cabang olahraga rekreasi yang dipertandingkan dalam acara FORNAS 2011. Materi yang dilombakan adalah Senam Taichi seri 2 yang berdurasi selama 15 menit. (Ami)

Banyak cara untuk membuat badan kita sehat, mulai dari pola makan, pola hidup sehat dan lainnya. Salah satu yang mungkin perlu di coba adalah Senam Taiji Quan yang merupakan perpaduan olahraga seni gerak dan olah pernafasan. Seni pernafasan yang berasal dari budaya China ini nampaknya sangat diminati oleh masyarakat Indonesia baik yang masih muda maupun yang sudah lanjut usia. Pemandangan ini yang tampak terlihat di arena Parkir Timur Senayan, Sabtu 8 Oktober, pada  perlombaan Senam Taiji Quan 24 Gaya dan Dong Yue Taiji Quan, yang menjadi salah satu cabang senam yang diperlombakan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional 2011.Peserta yang berasal dari berbagai perwakilan daerah seluruh Indonesia ini tampak sangat bersemangat, dan sudah mulai berlatih sejak pukul 5.30 WIB.

Menurut Leila Lylie salah satu ketua panitia perlombaan Senam Taiji Quan, penilaian perlombaan ini akan ditekankan pada keserasian gerak dan pernafasan, “sedikit rumit memang dalam penilaian ini, tapi bagi kami inilah salah satu tantangannya” tegasnya.

Saat ini senam Taiji Quan sudah berusia lebih dari 30 tahun, tutur Leila,

senam ini awal berdiri di Indonesia sangatlah sulit dan dilakukan sembunyi-sembunyi, karena pada jaman Orde Baru berkuasa senam yang berasal dari negeri cina masih dilarang, bahkan musik pengiring senam ini dahulu menggunakan lagu Indonesia Raya dan Rayuan Pulau Kelapa, hal ini dilakukan untuk membuktikan kecintaan kami terhadap Indonesia”, imbuhnya

Saat ini senam Taiji Quan sudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terlihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi sudah cukup banyak. Sedikitnya ada 23 regu, dimana satu regu ada 5 orang peraga. Menurut Leila, dalam perlombaan  kali ini panitia tidak akan banyak melakukan kriteria, baru pada perlombaan-perlombaan berikutnya baru akan ada penilaian yang lebih detail. (boyke)

Sepeda bisa merubah hidup seseorang. Itulah yang dialami Empi, pemuda berusia 20 tahun asal Medan, Sumatera Utara. Berawal dari hobby bersepeda sejak tahun 2001, Empi kini bias berkeliling kota-kota di Indonesia, untuk menunjukkan kebolehannya ber Free Style dengan menggunakan sepeda kesayangannya, jenis Bicycle Motor Cross atau yang lebih di kenal dengan nama BMX.

Kegigihan Empi bersepeda telah menuai sejumlah prestasi, diantaranya juara pertama free style sepeda BMX di Medan, Jambi, hingga Pekan Baru. Bahkan empi bersama teman-temannya juga sering diundang untuk menunjukkan kebolehannya mengendarai BMX, bergaya Free Style, dalam acara-acara instansi pemerintahan maupun swasta, perayaan car free day, hingga pagelaran yang sengaja diadakan para pengusaha. Alhasil, dari sepeda itulah maka Empi mendapatkan pundi-pundi uang, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Keberuntungan ini didapatkannya, tidak secara cuma-cuma, keahlian Free Style Empi tidak datang begitu saja, namun berkat usaha dan latihan keras, dan dukungan orang tuanya, yang membantu menambah kekurangan uang dari tabungannya untuk membeli sepeda BMX pertama yang dimilikinya, seharga 4 juta rupiah. Ketika berlatih tidak jarang Empi terluka akibat jatuh, bahkan salah seorang temannya mengalami gegar otak akibat terjatuh dari sepeda, namun luka dan rasa sakit tidak pernah menghalangi Empi untuk terus berkarya dengan sepeda BMXnya.

Bagi Empi, olahraga Free Style BMX adalah hobi menantang yang dapat memacu adrenalin dan memberikan kepuasan bagi dirinya, hal inilah yang membuat FORMI Sumatera Utara tertarik untuk merekrutnya sebagai manager tim free style BMX Sumatera Utara, yang juga berpartisipasi dalam FORNAS 2011, yang akan dilombakan besok pada pukul 3 siang di Parkir Timur Senayan. (Don)

Awan Tag